Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | Gian Kasogi, peneliti kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan, menekankan pentingnya memperluas ruang lingkup penyelidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan pejabat bernama Febrie. Menurutnya, fokus hanya pada pelaku utama dapat menutup mata terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain yang mungkin memiliki peran signifikan dalam alur korupsi.
Kasogi mengingatkan bahwa korupsi bersifat sistemik dan seringkali melibatkan jaringan yang tersembunyi di balik transaksi keuangan serta keputusan administrasi. Oleh karena itu, penyelidikan harus mencakup:
- Analisis alur dana yang mencurigakan, termasuk transfer antar rekening dan penggunaan rekening perusahaan.
- Pemeriksaan dokumen kontrak, nota dinas, dan surat keputusan yang terkait dengan proyek atau pengadaan barang.
- Wawancara dengan saksi potensial, termasuk pegawai negeri, konsultan, serta pihak swasta yang terlibat dalam proses pengadaan.
- Audit independen terhadap laporan keuangan institusi terkait untuk mengidentifikasi anomali.
Selain langkah teknis, Kasogi menyoroti perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelidikan. Ia menilai bahwa publik harus diberikan informasi yang cukup untuk menilai kemajuan penyelidikan, sekaligus memastikan bahwa tidak ada tekanan politik yang memengaruhi hasil akhir.
Jika terbukti adanya peran pihak lain, konsekuensinya tidak hanya akan memperluas daftar tersangka, tetapi juga memberikan pelajaran penting bagi institusi pemerintahan dalam memperkuat mekanisme pencegahan korupsi. Kasogi mengajak semua pemangku kepentingan, mulai dari aparat penegak hukum hingga lembaga pengawas, untuk berkolaborasi secara intensif demi mengungkap fakta secara menyeluruh.
Kasus Febrie menjadi titik fokus publik karena menyingkap potensi penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan anggaran. Penelitian lebih lanjut yang menelusuri jaringan kerjasama antar pihak dapat menjadi kunci untuk menegakkan keadilan dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.