Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Indonesia Net Zero Summit 2026 dijadwalkan kembali digelar pada 1 Agustus 2026, menandai momentum penting dalam upaya nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan mencapai target net zero pada tahun 2060. Acara ini diprakarsai oleh Ketua sekaligus pendiri Foreign Policy Institute, yang menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan agenda iklim.
Berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, LSM, dan akademisi, diundang untuk menyampaikan rencana aksi konkret. Fokus utama summit meliputi:
- Penguatan regulasi yang mendukung transisi energi bersih.
- Peningkatan investasi pada teknologi rendah karbon seperti tenaga surya, angin, dan hidrogen hijau.
- Penerapan mekanisme carbon pricing yang adil dan transparan.
- Pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan riset.
Selain agenda kebijakan, summit juga menyoroti peran inovasi teknologi. Sektor energi terbarukan diproyeksikan akan menyumbang 23% dari bauran energi nasional pada 2030, naik dari 12% pada 2020. Pemerintah berencana menyalurkan dana sebesar USD 10 miliar melalui skema green bonds untuk mempercepat proyek-proyek energi bersih.
Partisipasi aktif dunia usaha menjadi sorotan utama. Beberapa perusahaan multinasional berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon mereka di Indonesia, sekaligus mendukung program CSR yang berfokus pada rehabilitasi hutan dan konservasi mangrove.
Dengan agenda yang terstruktur, Indonesia Net Zero Summit 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, melainkan platform aksi nyata yang dapat mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon. Keberhasilan summit ini akan menjadi indikator penting bagi Indonesia dalam memenuhi komitmen pada Perjanjian Paris dan mengukir masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.