histats

Menteri Pertanian Siap Percepat Peremjaan Tebu untuk Capai Swasembada Gula dalam Dua Tahun

Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | JAKARTAMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat program peremajaan tebu nasional demi mencapai swasembada gula dalam jangka waktu dua tahun. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), serta asosiasi petani tebu.

Program peremajaan tebu bertujuan mengganti lahan yang ditanami varietas lama dengan bibit unggul yang memiliki produktivitas lebih tinggi, toleransi terhadap hama, serta ketahanan terhadap perubahan iklim. Menurut data internal Kementerian Pertanian, rata-rata produktivitas tebu di Indonesia masih berada di kisaran 60-70 ton per hektar, jauh di bawah potensi maksimal yang dapat mencapai 100 ton per hektar dengan varietas modern.

Strategi Peremajaan

  • Penyediaan Bibit Berkualitas: Pemerintah akan memperluas jaringan pembibitan di seluruh provinsi penghasil tebu, serta menjamin ketersediaan bibit unggul secara berkelanjutan.
  • Pelatihan dan Penyuluhan: Tim penyuluh pertanian akan meningkatkan kapasitas petani melalui modul pelatihan tentang teknik penanaman, pemupukan, dan pengendalian hama yang tepat.
  • Insentif Finansial: Petani yang beralih ke bibit baru akan mendapatkan subsidi pupuk, pestisida ramah lingkungan, serta bantuan kredit dengan bunga ringan.
  • Monitoring dan Evaluasi: Sistem informasi pertanian berbasis digital akan dipakai untuk memantau pertumbuhan tanaman dan hasil panen secara real time.

Target Swasembada

Target swasembada gula ditetapkan sebesar 100% produksi dalam dua tahun ke depan, yang berarti Indonesia harus meningkatkan produksi gula tebu dari sekitar 23 juta ton menjadi lebih dari 30 juta ton per tahun. Pencapaian ini diharapkan dapat mengurangi impor gula yang saat ini mencapai nilai miliaran rupiah, sekaligus menstabilkan harga gula dalam negeri.

Selain manfaat ekonomi, peremajaan tebu juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, lahan tebu dapat menghasilkan laba yang lebih besar, mengurangi beban biaya produksi, dan membuka peluang ekspor gula ke pasar regional.

Implementasi program akan dimulai pada kuartal pertama 2027, dengan fokus awal di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara yang menjadi pusat produksi tebu. Pemerintah menargetkan bahwa dalam tiga tahun pertama, minimal 40% lahan tebu nasional telah diganti dengan varietas unggul.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *