Setapak Langkah – 19 Juli 2026 | Sejumlah wisatawan asal Israel menjadi korban serangan fisik di sebuah kafe di ibu kota Montenegro, Podgorica, pada hari Rabu malam. Lebih dari sepuluh pemuda lokal diduga memaki, menendang, dan melempar kursi ke arah para turis, menurut kesaksian salah satu korban yang menolak disebutkan namanya.
Latar Belakang Insiden
Insiden terjadi di tengah meningkatnya ketegangan global terkait konflik di Gaza. Beberapa protes anti‑Israel telah menyebar di berbagai negara Eropa, dan aksi ini tampaknya dipicu oleh sentimen tersebut. Para pelaku, yang diperkirakan berusia antara 18 hingga 25 tahun, menganggap para turis Israel sebagai perwakilan pemerintah Israel yang dianggap bertanggung jawab atas apa yang mereka sebut sebagai “genosida” di Gaza.
Reaksi Korban dan Saksi
Salah satu korban mengungkapkan, “Lebih dari 10 pemuda memaki kami, menendang kami, dan melempar kursi ke arah kami.” Ia menambahkan bahwa mereka sempat mencoba melarikan diri, namun dikejar dan dipaksa kembali ke tempat kejadian. Beberapa saksi lain melaporkan bahwa kelompok tersebut tampak terorganisir, menggunakan teriakan-teriakan yang menyinggung kebijakan Israel di Palestina.
Tindakan Pihak Berwenang
Polisi setempat segera melakukan penyelidikan dan menahan sejumlah tersangka. Kepala kepolisian Montenegro menyatakan komitmen untuk menegakkan hukum tanpa memandang latar belakang korban atau pelaku, serta menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap turis tidak dapat ditoleransi.
Dampak Terhadap Pariwisata
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri pariwisata Montenegro. Beberapa agen perjalanan melaporkan penurunan minat turis dari Israel dan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, otoritas pariwisata berupaya menenangkan situasi dengan meningkatkan keamanan di area-area wisata utama.
Respons Internasional
- Israel mengecam keras insiden tersebut dan meminta penyelidikan transparan.
- Beberapa organisasi hak asasi manusia menyerukan agar tidak mengaitkan konflik di Gaza dengan tindakan kekerasan terhadap individu yang tidak terlibat langsung.
- Uni Eropa menekankan pentingnya menjaga keamanan bagi semua wisatawan di wilayahnya.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana konflik geopolitik dapat memicu aksi kekerasan di luar zona konflik, mengancam keamanan turis dan reputasi destinasi wisata. Pihak berwenang di Montenegro diharapkan dapat menyelesaikan kasus ini secara adil, sambil memperkuat langkah-langkah pencegahan serupa di masa depan.