Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya peran pondok pesantren (ponpes) dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional serta meningkatkan kemandirian ekonomi desa. Dalam sebuah pertemuan yang disiarkan oleh Antara, Menteri menyoroti potensi lahan, tenaga kerja, dan jaringan sosial yang dimiliki banyak pesantren sebagai basis kuat untuk mengembangkan sektor pertanian.
Beberapa langkah konkret yang diusulkan antara lain:
- Mengintegrasikan kurikulum pesantren dengan pelatihan agrikultur berbasiskan teknologi ramah lingkungan.
- Menyediakan fasilitas irigasi, gudang penyimpanan, dan unit pengolahan hasil pertanian di lingkungan pesantren.
- Memfasilitasi kerja sama antara pesantren, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agribisnis untuk pemasaran produk.
- Mendorong pembentukan kelompok tani santri yang dapat mengakses bantuan subsidi pupuk, benih, dan alat pertanian.
- Melakukan pendampingan teknis oleh ahli pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Penguatan peran ponpes dalam sektor pangan diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi beras, jagung, dan sayuran, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga desa sekitar. Pendapatan tambahan dari hasil pertanian dapat memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial, serta menurunkan tingkat kemiskinan.
Selain itu, pesantren dapat menjadi agen perubahan dalam mengajarkan prinsip pertanian berkelanjutan, seperti rotasi tanaman, penggunaan pupuk organik, dan konservasi tanah. Pendekatan ini selaras dengan visi pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan jangka panjang tanpa merusak lingkungan.
Menteri menutup pertemuan dengan mengajak seluruh jaringan pesantren di Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam program ini. Ia menekankan bahwa sinergi antara dunia pendidikan agama dan sektor pertanian akan menciptakan model pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai kemandirian desa.