Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Berita terbaru menunjukkan bahwa Ukraina kemungkinan besar tidak akan memulai produksi mandiri rudal pertahanan udara Patriot, meskipun Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, menjanjikan pemberian lisensi yang diperlukan.
Laporan Reuters yang dikutip dari sumber dalam negeri mengungkapkan tiga alasan utama di balik keputusan Kiev untuk tidak melanjutkan proyek tersebut.
- Keterbatasan infrastruktur industri – Pabrik-pabrik milik Ukraina belum memiliki fasilitas produksi dan teknologi yang memadai untuk merakit sistem Patriot yang kompleks. Mengembangkan lini produksi baru akan memerlukan investasi besar dan waktu yang lama, yang tidak sejalan dengan kebutuhan pertahanan yang mendesak.
- Biaya yang sangat tinggi – Mengamankan lisensi saja tidak menutupi biaya komponen kritis, bahan baku, serta pelatihan personel. Estimasi total pengeluaran dapat mencapai ratusan juta dolar, sementara anggaran pertahanan Ukraina sudah tertekan oleh perang yang sedang berlangsung.
- Pertimbangan geopolitik dan keamanan – Amerika Serikat menginginkan kontrol ketat atas penyebaran teknologi militer canggih. Dengan produksi di Ukraina, risiko transfer teknologi ke pihak ketiga atau penggunaan di luar tujuan yang disepakati menjadi lebih besar, sehingga Washington lebih memilih untuk tetap menjadi satu-satunya pemasok.
Dengan ketiga faktor tersebut, Kyiv tampak lebih memilih untuk mengandalkan pasokan langsung dari aliansi NATO dan Amerika Serikat, daripada berinvestasi pada produksi domestik yang penuh tantangan.