Setapak Langkah – 05 Juli 2026 | TEHERAN, 5 Juli 2026 – Pada Ahad (5/7/2026), Iran menggelar shalat jenazah secara akbar untuk mengenang almarhum Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei di Masjid Imam Khomeini Mosalla, Tehran. Upacara tersebut dipimpin oleh Ayatollah Jafar Shobani, ketua Majelis Ilmu Keagamaan, yang membacakan doa-doa jenazah di hadapan ribuan jamaah.
Khamenei, yang menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989, meninggal dunia pada pagi hari setelah mengalami komplikasi kesehatan yang telah lama dideritanya. Kematian beliau menandai berakhirnya era kepemimpinan yang selama hampir empat dekade mempengaruhi arah politik, sosial, dan keagamaan Iran.
Acara dimulai dengan prosesi masuknya jenazah Khamenei yang dibungkus kain kafan putih, diiringi alunan takbir dan sorak-sorai dari para pendukung. Selanjutnya, Ayatollah Shobani memimpin shalat jenazah dengan bacaan khusus yang menekankan pentingnya kepatuhan umat kepada pemimpin spiritual negara.
- Lokasi: Masjid Imam Khomeini Mosalla, Tehran
- Waktu: 09.00 WIB hingga selesai
- Dipimpin: Ayatollah Jafar Shobani
- Hadiran: Pejabat tinggi, anggota militer, ulama, serta keluarga Khamenei
Selain Ayatollah Shobani, sejumlah tokoh penting seperti Presiden Iran, menteri-menteri, dan perwakilan Dewan Islam Rahbani turut berada di lokasi. Keluarga Khamenei, termasuk putra-putranya, juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Shalat jenazah di Iran biasanya dilaksanakan secara massal sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin negara. Upacara ini sekaligus menjadi momen refleksi bagi warga Iran, yang kini menantikan proses transisi kepemimpinan selanjutnya.
Para analis politik menilai bahwa kematian Khamenei akan membuka ruang bagi dinamika internal dalam elit keagamaan dan militer, serta menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang akan menggantikannya sebagai Pemimpin Tertinggi. Sementara itu, pemerintah Iran menegaskan bahwa proses pemilihan pengganti akan mengikuti konstitusi dan prosedur yang telah ditetapkan.