Setapak Langkah – 02 Juli 2026 | KPK menegaskan bahwa penyidikan terkait dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Mempawah, Kalimantan Barat, masih berlanjut. Saat ini KPK menunggu hasil audit menyeluruh yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menentukan besaran kerugian negara.
Proyek jalan Mempawah direncanakan dengan nilai kontrak sekitar Rp 250 miliar dan dimulai pada tahun 2021. Tujuan utama pembangunan adalah memperbaiki akses transportasi bagi masyarakat di wilayah tersebut, namun sejumlah indikasi penyimpangan muncul selama pelaksanaan.
- Penunjukan kontraktor tanpa prosedur lelang yang transparan.
- Perubahan spesifikasi teknis secara sepihak yang meningkatkan biaya.
- Pengadaan material yang tidak sesuai standar kualitas.
Tim penyidik KPK telah melakukan serangkaian langkah, antara lain:
- Mengumpulkan dokumen kontrak dan laporan keuangan.
- Menahan saksi kunci dan melakukan pemeriksaan intensif.
- Berkoordinasi dengan BPK untuk audit keuangan.
Berikut estimasi kerugian negara berdasarkan temuan awal audit:
| Item | Estimasi Kerugian (Rp) |
|---|---|
| Overbudget kontraktor | Rp 80 miliar |
| Material tidak sesuai spesifikasi | Rp 45 miliar |
| Biaya tambahan akibat perubahan desain | Rp 30 miliar |
Hasil audit lengkap akan menjadi landasan bagi proses hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan penuntutan terhadap pejabat terkait dan upaya pemulihan dana negara. Pemerintah daerah dan masyarakat berharap penyelesaian kasus ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proyek infrastruktur di masa depan.