Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan kualitas layanan kereta makan kelas eksekutif (M1) dengan menuntaskan modifikasi pada sepuluh unit kereta paling lambat tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperbaiki pengalaman penumpang dan memperkuat posisi KAI di pasar transportasi kereta api nasional.
Kereta M1, yang selama ini dikenal dengan layanan makanan premium di atas rel, telah beroperasi sejak awal 2000-an. Namun, seiring meningkatnya ekspektasi penumpang terkait kenyamanan, kebersihan, dan variasi kuliner, KAI memutuskan untuk melakukan renovasi menyeluruh pada interior dan sistem layanan.
Target penyelesaian sepuluh unit kereta M1 ditetapkan pada akhir 2026. Proses ini akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan dua unit pilot pada kuartal pertama 2024, diikuti oleh fase kedua yang mencakup empat unit pada tahun 2025, dan fase akhir yang menyelesaikan empat unit tersisa pada 2026.
- Pembaruan interior: Penggantian kursi dengan bahan anti‑bakteri, penambahan ruang penyimpanan bagasi, serta instalasi pencahayaan LED yang lebih hemat energi.
- Sistem dapur modern: Pemasangan peralatan masak berbasis teknologi terkini, kontrol suhu otomatis, dan sistem ventilasi yang meningkatkan kebersihan udara.
- Digitalisasi layanan: Pengenalan aplikasi pemesanan makanan pra‑perjalanan, layar interaktif untuk menu, dan konektivitas Wi‑Fi ke seluruh gerbong.
- Standar kebersihan: Implementasi prosedur sanitasi berstandar internasional, termasuk penggunaan bahan disinfektan ramah lingkungan.
Dengan peningkatan tersebut, KAI berharap dapat meningkatkan kepuasan penumpang hingga 25 % berdasarkan survei internal, serta menarik segmen pasar kelas menengah atas yang kini lebih memilih moda transportasi yang menawarkan kombinasi kecepatan dan kenyamanan.
Seorang juru bicara KAI menyatakan, “Modifikasi ini bukan sekadar pembaruan estetika, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kereta api Indonesia. Kami berkomitmen menyalurkan dana yang dialokasikan secara transparan dan memastikan setiap unit selesai tepat waktu sesuai jadwal.”
Jika semua target tercapai, KAI tidak hanya akan memperbaiki citra layanan kereta makan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan tambahan dari layanan makanan, yang diproyeksikan naik 15 % per tahun setelah semua unit selesai.