Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | Pada Senin, 29 Juni 2026, sejumlah anggota Polri di Kota Kediri, Jawa Timur, menampilkan pertunjukan wayang karton secara gratis di sebuah lapangan terbuka. Acara ini merupakan bagian dari program inovatif yang dirancang untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga setempat melalui seni tradisional.
Wayang karton, yang terbuat dari kertas karton berwarna dan dipotong dengan presisi, dipilih karena mudah diproduksi, ringan, dan dapat menampilkan karakter‑karakter klasik yang familiar bagi masyarakat Kediri. Pertunjukan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam menampilkan cerita-cerita rakyat seperti “Mahabarata” dan “Ramayana” yang dibawakan dengan alur yang disesuaikan agar relevan dengan isu‑isu keamanan lokal.
Tujuan utama program:
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
- Menggunakan budaya sebagai jembatan komunikasi antargenerasi.
- Menanamkan nilai‑nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
- Mengurangi persepsi negatif terhadap aparat melalui interaksi positif.
Selain hiburan, polisi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyebarkan informasi penting, antara lain:
- Pencegahan kejahatan siber di kalangan remaja.
- Tips keamanan saat menggunakan transportasi umum.
- Prosedur pelaporan kasus kehilangan barang.
Berikut jadwal singkat acara yang dilaksanakan pada hari itu:
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 09.00‑09.30 | Pembukaan oleh Kepala Polsek Kediri |
| 09.30‑10.30 | Pentas wayang karton “Mahabarata” |
| 10.30‑11.00 | Sesi tanya‑jawab tentang keamanan publik |
| 11.00‑11.30 | Pentas wayang karton “Ramayana” |
Reaksi warga sangat positif. Banyak yang mengapresiasi upaya kreatif ini, menganggapnya sebagai cara yang menyenangkan untuk mendapatkan informasi keamanan sekaligus menikmati warisan budaya. Beberapa warga bahkan mengusulkan agar pertunjukan serupa dijadikan agenda rutin, terutama pada hari libur atau peringatan hari besar daerah.
Polisi Kediri menegaskan bahwa program ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun hubungan yang lebih humanis dengan masyarakat. Dengan mengintegrasikan elemen budaya lokal, diharapkan pesan-pesan keamanan dapat terserap lebih efektif dan menumbuhkan rasa kebersamaan antara aparat dan warga.