Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | Pemerintah Oman secara resmi menyatakan penolakannya terhadap rencana penerapan biaya tol pada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan yang diusulkan oleh beberapa pihak internasional ini dianggap tidak sejalan dengan kepentingan nasional serta dapat mengganggu arus perdagangan maritim yang sangat penting bagi negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Transportasi Oman, Menteri Transportasi menegaskan bahwa penerapan tol kapal dapat menambah beban biaya operasional bagi para pemilik kapal dan mengurangi daya saing pelabuhan Oman sebagai pintu gerbang utama di kawasan Teluk. “Kami akan meninjau kembali semua aspek tarif yang berkaitan dengan keamanan, namun tidak akan mengadopsi sistem tol yang dapat menghambat perdagangan,” ujar sang menteri.
Pertimbangan utama Oman adalah menjaga kelancaran aliran minyak dan barang lainnya melalui Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, dan diperkirakan menyumbang sekitar 20% produksi minyak dunia setiap harinya.
Oman mengusulkan alternatif lain, yakni melakukan peninjauan tarif keamanan yang bersifat lebih fleksibel dan berbasis pada risiko. Beberapa poin utama yang diajukan meliputi:
- Penetapan tarif berdasarkan jenis kapal dan volume muatan.
- Penerapan skema diskon bagi kapal yang telah memenuhi standar keamanan internasional.
- Penggunaan teknologi pemantauan modern untuk memastikan kepatuhan tanpa menambah beban administratif.
Langkah ini diharapkan dapat menyeimbangkan antara kebutuhan keamanan laut dengan kepentingan ekonomi regional. Selain itu, Oman juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan negara-negara tetangga dan organisasi maritim internasional guna menjaga stabilitas dan keamanan di Selat Hormuz.
Reaksi dari negara-negara lain masih beragam. Beberapa pihak mendukung upaya Oman untuk menghindari beban biaya tambahan, sementara yang lain menilai bahwa tarif keamanan yang terstandardisasi dapat meningkatkan keselamatan dan transparansi di wilayah tersebut. Diskusi lebih lanjut diperkirakan akan dilanjutkan dalam forum multilateral yang dijadwalkan pada kuartal berikutnya.