Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) menargetkan kebutuhan tenaga pendidik mencapai 900.000 orang pada tahun 2030. Target ini muncul sebagai respons atas pertumbuhan siswa yang diproyeksikan meningkat signifikan dalam satu dekade mendatang.
Berikut adalah rangkaian strategi utama yang akan diimplementasikan:
- Rekrutmen massal: Membuka jalur seleksi baru bagi lulusan pendidikan, serta memperluas kerjasama dengan perguruan tinggi vokasi untuk program magang mengajar.
- Peningkatan kualitas: Mengembangkan kurikulum pelatihan berbasis kompetensi, termasuk modul digital yang dapat diakses secara daring.
- Insentif daerah tertinggal: Menawarkan tunjangan khusus, fasilitas perumahan, dan beasiswa lanjutan bagi guru yang bersedia bertugas di wilayah dengan tingkat kekurangan tenaga pendidik tinggi.
- Digitalisasi proses: Membuat platform terpadu untuk pendaftaran, penempatan, dan evaluasi kinerja guru secara real‑time.
- Kerjasama lintas sektoral: Menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Tenaga Kerja untuk sinkronisasi data tenaga kerja dan kebijakan ketenagakerjaan.
Data perkiraan kebutuhan dan kondisi saat ini dapat dilihat pada tabel berikut:
| Tahun | Jumlah Guru Diperlukan | Guru Terdaftar | Gap |
|---|---|---|---|
| 2024 | 730.000 | 680.000 | 50.000 |
| 2027 | 800.000 | 720.000 | 80.000 |
| 2030 | 900.000 | — | — |
Walaupun langkah‑langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat, tantangan tetap ada, antara lain ketersediaan anggaran, penyediaan sarana pembelajaran di daerah terpencil, serta retensi guru yang sudah ada. Pemerintah menegaskan bahwa pemantauan berkala dan penyesuaian kebijakan akan dilakukan untuk memastikan target 900 ribu guru tercapai tepat waktu.