Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Rupiah diperkirakan akan kembali melemah pada 29 Juni 2024 seiring dengan kelanjutan sentimen negatif di pasar global.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang ini antara lain:
- Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) di Amerika Serikat yang diharapkan tetap tinggi, memperkuat dolar AS.
- Ketegangan di Selat Hormuz yang dapat mengganggu pasokan minyak dunia, meningkatkan volatilitas pasar komoditas.
- Sentimen risiko global yang masih tertekan akibat kebijakan moneter bank sentral utama dan ketidakpastian geopolitik.
Data PCE menjadi indikator utama bagi Federal Reserve dalam menilai tekanan inflasi. Jika angka PCE tetap di atas proyeksi, Fed diperkirakan akan melanjutkan kebijakan suku bunga tinggi, yang biasanya menguatkan dolar dan menurunkan nilai tukar rupiah.
| Tanggal | Kurs USD/IDR |
|---|---|
| 25 Juni 2024 | 15.340 |
| 26 Juni 2024 | 15.380 |
| 27 Juni 2024 | 15.420 |
Jika tren ini berlanjut, analis memperkirakan nilai tukar rupiah dapat menembus level 15.500 per dolar pada akhir bulan. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan data inflasi AS serta dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan terus melakukan intervensi pasar bila terjadi pelemahan berlebih, namun kebijakan tersebut biasanya bersifat temporer dan tidak mengubah tren jangka menengah.