Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan optimismenya bahwa penggunaan semen beku dari sapi Belgian Blue yang dikembangkan oleh Balai Besar Industri Bioteknologi (BBIB) Singosari dapat mempercepat pencapaian target swasembada daging sapi di Indonesia.
Semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga peternak, diharapkan berkolaborasi dalam program ini. Menurut Khofifah, teknologi semen beku BBIB Singosari memiliki keunggulan dalam meningkatkan fertilitas sapi, memperpendek siklus reproduksi, serta menghasilkan anak sapi dengan bobot lahir lebih tinggi.
Berikut beberapa poin penting terkait inisiatif tersebut:
- Target swasembada daging sapi nasional ditetapkan pada 85% pada tahun 2025.
- Indonesia mengimpor sekitar 1,5 juta ton daging sapi per tahun, dengan nilai impor mencapai US$2,8 miliar.
- Penggunaan semen beku BBIB diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas peternakan hingga 20% dalam tiga tahun pertama.
- Program pendampingan teknis dan pelatihan bagi peternak di Jawa Timur sudah dimulai sejak awal 2024.
Khofifah menambahkan bahwa dukungan infrastruktur, seperti fasilitas penyimpanan semen beku yang memadai dan jaringan distribusi yang efisien, menjadi kunci keberhasilan program. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah provinsi dalam menyediakan subsidi dan insentif bagi peternak yang beralih menggunakan teknologi ini.
Jika berhasil, peningkatan produksi daging sapi di Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi provinsi lain, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor. Khofifah menutup dengan harapan bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan praktik peternakan modern akan membawa Indonesia lebih dekat ke kemandirian pangan dalam sektor daging sapi.