Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | Gelaran wisuda ke-120 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi saksi sebuah momen penuh haru ketika seorang ibu hadir untuk menerima ijazah atas nama putrinya yang telah tiada. Kartiwi, sang ibu, berdiri di podium utama mewakili Linda Ayu Tivani, mahasiswi yang meninggal beberapa hari sebelum upacara kelulusan.
Linda, yang menempuh pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dengan cita‑cita menjadi guru. Impian mengenakan jubah toga dan melangkah ke atas panggung sempat terhenti oleh penyakit yang menyerangnya secara mendadak. Meskipun tak sempat menutup tirai kuliah dengan toga, semangatnya tetap hidup dalam kenangan keluarga dan sahabat.
Ketika nama Linda dipanggil, sorakan tepuk tangan berubah menjadi keheningan. Kartiwi melangkah ke depan, memegang ijazah yang seharusnya menjadi simbol kelulusan putrinya. Dalam mata yang berkaca‑kaca, ia mengucapkan terima kasih kepada para dosen, rekan mahasiswa, dan seluruh civitas akademika yang telah mendukung Linda sepanjang perjalanan pendidikannya.
Suasana menjadi lebih emosional ketika Kartiwi membacakan pesan singkat yang dituliskan Linda sebelum kepergiannya. Ia mengingatkan bahwa pendidikan adalah warisan yang tak boleh terhenti, meski sang anak tak lagi berada di antara mereka. Pesan tersebut menggugah hati para hadirin, mengingatkan akan nilai pentingnya dukungan keluarga dalam menuntut ilmu.
Acara tetap dilanjutkan dengan prosesi pemberian ijazah kepada lulusan lainnya, namun momen Kartiwi dan Linda tetap menjadi titik fokus yang menginspirasi. Banyak mahasiswa yang mengungkapkan rasa simpati lewat tulisan di media sosial, menekankan pentingnya menghargai setiap langkah perjuangan akademik, termasuk yang terhenti secara mendadak.
Wisuda Unesa tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan kelulusan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap toga ada kisah hidup yang beragam, penuh suka dan duka. Keluarga Linda kini melanjutkan perjuangan sang anak dengan harapan bahwa semangat belajar akan terus mengalir melalui generasi selanjutnya.