Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa industri multifinance Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh kuat sepanjang tahun ini. Menurut pernyataan yang disampaikan dalam konferensi pers pada awal pekan ini, pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan diperkirakan berada pada kisaran 10-12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa faktor utama yang mendorong momentum positif tersebut antara lain peningkatan permintaan kredit konsumen, khususnya untuk pembelian kendaraan bermotor dan perumahan, serta pembiayaan modal kerja bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, kebijakan moneter yang relatif stabil serta suku bunga kredit yang masih kompetitif turut memperkuat kepercayaan pelaku pasar.
OJK juga menyoroti peran penting regulasi yang telah diperketat dalam rangka meningkatkan tata kelola risiko dan transparansi pada lembaga pembiayaan. Dengan penerapan standar prudensial yang lebih ketat, diharapkan kualitas aset tetap terjaga meski volume kredit meningkat.
Berikut ini ringkasan proyeksi pertumbuhan sektor multifinance berdasarkan data OJK:
| Tahun | Pertumbuhan Kredit (%) | Kredit Baru (triliun Rupiah) |
|---|---|---|
| 2023 | 9,8 | 215 |
| 2024 (proyeksi) | 10-12 | 240-260 |
Para pelaku industri diharapkan dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan ini dengan tetap menjaga kualitas portofolio. OJK menekankan pentingnya inovasi produk pembiayaan yang berbasis digital, yang dapat memperluas jangkauan layanan ke daerah-daerah terpencil serta meningkatkan efisiensi operasional.
Secara keseluruhan, outlook industri multifinance tahun 2024 tetap positif, dengan ekspektasi bahwa kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi pasca-pandemi.