Setapak Langkah – 26 Juni 2026 | Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI) mengumumkan peringatan kode oranye untuk suhu ekstrem setelah pengukuran menunjukkan lonjakan suhu yang signifikan di beberapa wilayah negara tersebut. Peringatan ini menandakan potensi risiko kesehatan publik, tekanan pada infrastruktur energi, serta dampak lingkungan yang luas.
Data terbaru menunjukkan suhu maksimum mencapai 35°C di daerah padat penduduk, melampaui rata-rata suhu musim panas tahunan yang biasanya berada di kisaran 28°C. Peningkatan suhu ini diperkirakan dipengaruhi oleh kombinasi pola cuaca anomali dan fenomena pemanasan global.
Berikut ini langkah-langkah utama yang disarankan oleh KNMI kepada masyarakat dan otoritas lokal:
- Menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam paling panas, yaitu antara pukul 12.00 hingga 16.00.
- Memastikan hidrasi cukup dengan minum air secara teratur, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pekerja luar ruangan.
- Menggunakan pakaian berwarna terang dan bahan yang dapat menyerap sedikit panas.
- Meningkatkan ventilasi atau menggunakan pendingin ruangan bila memungkinkan, serta menutup tirai untuk mengurangi panas matahari.
- Memonitor kondisi kesehatan, terutama gejala heatstroke seperti pusing, mual, atau kebingungan, dan segera mencari pertolongan medis bila diperlukan.
Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan fasilitas penampungan dengan pendingin dan menyediakan air minum gratis di tempat umum. Selain itu, otoritas energi diinstruksikan untuk memantau beban listrik secara intensif guna mencegah pemadaman yang dapat memperburuk situasi.
KNMI menegaskan bahwa peringatan kode oranye bersifat sementara dan akan ditinjau kembali setiap 12 jam. Jika suhu terus meningkat atau dampak kesehatan meluas, peringatan dapat dinaikkan ke kode merah yang menandakan keadaan darurat.
Para ahli iklim menyoroti bahwa peningkatan frekuensi kejadian suhu ekstrem menjadi indikator nyata perubahan iklim yang semakin terasa di Eropa. Mereka menyerukan tindakan mitigasi jangka panjang, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan adaptasi infrastruktur terhadap kondisi cuaca ekstrim.