Setapak Langkah – 26 Juni 2026 | Jakarta, Republika.co.id – Pada sebuah sidang terbuka promosi doktor yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (SPs UMJ), seorang akademisi asal Yaman bernama Eman Ahmed Mohammed Abdulatef Alshameri resmi dinobatkan sebagai doktor ke-106 dalam program Doktor Manajemen Pendidikan Islam.
Upacara pengukuhan berlangsung di kampus utama UMJ, Jakarta, dengan kehadiran dekan, dosen, serta para mahasiswa program doktoral. Dalam sambutannya, dekan menekankan pentingnya kontribusi internasional dalam pengembangan ilmu pendidikan Islam di Indonesia, serta mengapresiasi keberhasilan Eman Ahmed yang berhasil menyelesaikan disertasinya dengan nilai memuaskan.
Disertasi yang diajukan Eman Ahmed berjudul “Strategi Pengembangan Manajemen Pendidikan Islam di Negara Berkembang: Studi Kasus Yaman”. Penelitian tersebut mengkaji tantangan dan peluang dalam mengelola institusi pendidikan Islam, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat diadaptasi oleh negara-negara dengan konteks serupa.
- Penelitian mencakup analisis kebijakan pemerintah Yaman terkait pendidikan Islam.
- Menilai peran lembaga non‑pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan.
- Mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan implementasi kurikulum Islam modern.
Keberhasilan Eman Ahmed tidak hanya menambah jumlah doktor di UMJ, tetapi juga memperkuat jaringan akademik antara Indonesia dan Yaman. Ia menyatakan, “Saya berharap hasil riset ini dapat menjadi jembatan pengetahuan bagi kedua negara dalam memperbaiki sistem pendidikan Islam yang inklusif dan berdaya saing.
Universitas Muhammadiyah Jakarta menargetkan peningkatan jumlah lulusan doktor di bidang manajemen pendidikan Islam dalam lima tahun ke depan, sejalan dengan visi institusinya untuk menjadi pusat keunggulan riset Islam di kawasan Asia Tenggara.