histats

Marak Demo Tandingan MBG, Pengamat Sebut Gaya Usang Orde Baru Tak Efektif Lagi

Marak Demo Tandingan MBG, Pengamat Sebut Gaya Usang Orde Baru Tak Efektif Lagi

Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Sejumlah aksi demonstrasi tandingan terhadap gerakan MBG (Masyarakat Bersuara Gemilang) menggelar sorakan di berbagai kota besar Indonesia pada pekan lalu. Aksi-aksi tersebut berlangsung secara terkoordinasi, melibatkan kelompok-kelompok mahasiswa, organisasi massa, dan elemen masyarakat yang menolak agenda MBG. Meskipun jumlah peserta tidak sebanyak aksi utama, demonstrasi tandingan ini berhasil menarik perhatian media nasional.

Para pengamat politik menilai bahwa taktik yang dipakai dalam demo tandingan masih sangat dipengaruhi pola aksi era Orde Baru. Menurut Dr. Agus Prasetyo, pakar ilmu politik Universitas Negeri Jakarta, “Strategi massa yang mengandalkan blokade jalan, spanduk besar, dan orasi megah kini sudah tidak lagi relevan di era digital. Ini merupakan warisan taktik lama yang kurang adaptif terhadap dinamika komunikasi modern”.

Perubahan lanskap komunikasi menjadi faktor utama yang melemahkan efektivitas demonstrasi konvensional. Platform media sosial, aplikasi pesan instan, dan jaringan daring memungkinkan penyebaran informasi secara cepat dan terarah, sehingga mengurangi kebutuhan akan pertemuan fisik dalam jumlah besar. Hal ini juga mempersulit pemerintah atau otoritas untuk mengendalikan atau menanggapi aksi secara langsung.

Beberapa alasan mengapa gaya Orde Baru dianggap tidak efektif antara lain:

  • Kurangnya kecepatan penyebaran pesan: Demonstrasi fisik memerlukan persiapan logistik yang memakan waktu, sedangkan kampanye digital dapat diluncurkan dalam hitungan menit.
  • Risiko penindakan lebih tinggi: Aparat keamanan cenderung lebih mudah mengidentifikasi dan menindak massa yang berkumpul di ruang publik dibandingkan dengan aktivis yang beroperasi secara daring.
  • Minimnya jangkauan audiens: Aksi di satu lokasi geografis terbatas pada warga setempat, sementara konten digital dapat menjangkau seluruh negeri bahkan internasional.

Akibatnya, kelompok-kelompok yang menentang MBG mulai beralih ke taktik hybrid, menggabungkan aksi jalan dengan kampanye online. Penggunaan tagar khusus, siaran langsung, serta koordinasi melalui grup chat menjadi bagian integral dari strategi mereka. Pendekatan ini memungkinkan mereka tetap mengekspresikan keberatan secara publik tanpa terjebak pada metode lama yang dianggap usang.

Ke depan, dinamika aksi protes di Indonesia diprediksi akan terus bertransformasi. Pengamat menekankan pentingnya adaptasi bagi organisasi massa yang ingin tetap relevan. “Jika tidak mengintegrasikan teknologi digital ke dalam agenda aksi, gerakan massa akan semakin terpinggirkan,” pungkas Dr. Agus.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *