Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | BNPB menegaskan bahwa program Huntara yang bertujuan menyalurkan bantuan pasca-bencana di Sumatera telah hampir selesai, dengan tingkat penyelesaian mencapai 99,9 persen. Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan bahwa total anggaran pemulihan sebesar Rp 100,1 triliun akan didistribusikan secara tepat sasaran untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Program Huntara, yang melibatkan koordinasi lintas lembaga, mencakup distribusi bantuan logistik, penyaluran dana sosial, dan pemulihan infrastruktur kritis. Penyelesaian hampir total menandakan bahwa proses verifikasi dan penyaluran bantuan telah selesai, memungkinkan fokus beralih ke fase pemulihan jangka panjang.
- Rehabilitasi infrastruktur transportasi (jalan, jembatan, pelabuhan)
- Pembangunan kembali rumah tahan bencana
- Program bantuan sosial bagi korban
- Pemulihan sektor pertanian dan perikanan
- Dukungan layanan kesehatan dan pendidikan
Berikut adalah perkiraan alokasi dana Rp 100,1 triliun yang direncanakan:
| Komponen | Persentase | Jumlah (Triliun Rp) |
|---|---|---|
| Infrastruktur kritis | 40% | 40,04 |
| Perumahan dan penataan kembali | 25% | 25,03 |
| Bantuan sosial | 20% | 20,02 |
| Pemulihan ekonomi sektoral | 10% | 10,01 |
| Administrasi dan koordinasi | 5% | 5,00 |
Suharyanto menekankan bahwa mekanisme penyaluran dana telah dilengkapi dengan sistem monitoring digital untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan. Setiap dana akan dialokasikan berdasarkan hasil penilaian kerusakan yang dilakukan oleh tim penilai lapangan, sehingga bantuan dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.
Dengan penyelesaian hampir total Huntara dan komitmen anggaran yang jelas, diharapkan proses pemulihan Sumatera dapat berjalan cepat, efektif, dan berkelanjutan, serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa depan.