Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Wakil Sekretur Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU) menegaskan harapan besarnya agar hasil Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Pusat (Pusdalops) menghasilkan keputusan-keputusan yang konstruktif menjelang Musyawarah Kerja Umum (Muktamar) tahun 2026.
Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya konsistensi nilai-nilai keagamaan dalam menguatkan persatuan bangsa. Menurutnya, keputusan yang diambil harus dapat memperkuat ukhuwah antarumat Indonesia serta mengukuhkan peran NU sebagai pilar keagamaan dan sosial di tanah air.
Beberapa poin strategis yang diharapkan menjadi hasil konsensus antara lain:
- Penguatan jaringan ukhuwah dan kerja sama lintas agama untuk memperkokoh persatuan nasional.
- Penyusunan kebijakan yang menekankan moderasi beragama serta menghindari intoleransi.
- Peningkatan peran NU dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi berbasiskan nilai-nilai Islam moderat.
- Penguatan koordinasi antara organisasi tingkat daerah dan pusat untuk menghadapi tantangan global.
Wasekjen juga menekankan bahwa proses deliberasi harus tetap terbuka, inklusif, dan berlandaskan musyawarah mufakat. Hal tersebut diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang tidak hanya bersifat teoretis, melainkan dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat masyarakat.
Dengan latar belakang dinamika sosial politik yang terus berubah, hasil yang positif dari kedua pertemuan tersebut diyakini akan menjadi pijakan kuat bagi Muktamar 2026 untuk mengarahkan kebijakan strategis yang menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.