Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Penelitian terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset Celios mengungkap pola alokasi insentif harian Program Stunting Prevention Grant (SPPG) senilai sekitar Rp 6 juta per penerima. Data menunjukkan bahwa provinsi dengan tingkat stunting yang relatif rendah, khususnya wilayah Jawa, menerima porsi insentif yang jauh lebih besar dibandingkan daerah yang masih bergulat dengan prevalensi stunting tinggi.
Distribusi Insentif Berdasarkan Tingkat Stunting
| Provinsi/Daerah | Tingkat Stunting (%) | Insentif Harian (Rp) |
|---|---|---|
| Jawa Barat | 12,3 | 6.500.000 |
| Jawa Tengah | 13,1 | 6.200.000 |
| Jawa Timur | 14,0 | 6.000.000 |
| Sumatera Utara | 26,5 | 4.300.000 |
| Papua Barat | 38,2 | 3.800.000 |
Data di atas hanyalah contoh ilustratif yang mencerminkan kecenderungan umum yang diidentifikasi dalam laporan Celios. Provinsi Jawa, yang memiliki tingkat stunting di bawah 15 %, rata‑rata menerima insentif harian lebih dari Rp 6 juta, sedangkan wilayah dengan prevalensi stunting di atas 25 % hanya memperoleh kurang dari Rp 4,5 juta.
Implikasi Kebijakan
- Kesenjangan alokasi dapat memperlemah upaya penurunan stunting di daerah paling rentan.
- Motivasi daerah dengan angka stunting tinggi menjadi terbatas bila dana yang diterima relatif kecil.
- Efisiensi program perlu ditinjau kembali untuk memastikan bahwa bantuan mencapai sasaran yang paling membutuhkan.
Beberapa pakar kebijakan publik menyarankan revisi mekanisme penetapan besaran insentif. Salah satunya adalah menyesuaikan alokasi berdasarkan indikator gabungan, tidak hanya tingkat kemiskinan tetapi juga prevalensi stunting. Pendekatan ini diharapkan dapat menyeimbangkan distribusi dana, sekaligus memacu peningkatan kinerja daerah dalam menurunkan angka stunting.
Selain itu, peningkatan kapasitas administrasi di wilayah dengan stunting tinggi menjadi prasyarat penting. Tanpa dukungan teknis yang memadai, dana yang masuk tidak akan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Riset Celios menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran insentif SPPG harus menjadi fokus utama pemerintah. Dengan meninjau kembali kebijakan alokasi, diharapkan program dapat lebih tepat sasaran dan mempercepat penurunan prevalensi stunting di seluruh Indonesia.