Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan penutupan sementara operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode libur sekolah. Keputusan ini diambil sebagai upaya efisiensi anggaran dan penyesuaian layanan yang berfokus pada masa-masa tidak aktif belajar mengajar.
Penutupan tersebut berlaku mulai tanggal 15 Juli hingga 30 Agustus 2024, mencakup lebih dari 300 SPPG yang tersebar di seluruh provinsi. Selama periode tersebut, layanan distribusi makanan tambahan dan pemantauan gizi anak dihentikan, sementara kegiatan administratif tetap dijalankan secara terbatas.
Rincian Penghematan
| Komponen | Penghematan (Rp) |
|---|---|
| Biaya operasional SPPG | 2,4 Triliun |
| Pengadaan bahan makanan | 0,4 Triliun |
| Transportasi dan logistik | 0,2 Triliun |
Penghematan tersebut juga diperkirakan meningkatkan efisiensi penggunaan dana publik, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperketat pengelolaan anggaran di sektor kesehatan.
Reaksi Pihak Terkait
- Direktur BGN, Dr. Andi Saputra, menyatakan bahwa penutupan sementara tidak akan mengganggu program jangka panjang, melainkan memberikan ruang untuk perencanaan yang lebih matang.
- Perwakilan organisasi masyarakat sipil menilai keputusan ini perlu dipantau agar tidak menimbulkan kesenjangan gizi pada anak-anak di daerah rawan.
- Para guru dan orang tua siswa menyambut baik langkah hemat biaya, asalkan program gizi kembali optimal saat masa belajar dimulai.
Setelah libur sekolah berakhir, BGN berencana mengaktifkan kembali seluruh SPPG dengan peningkatan layanan, termasuk penambahan program edukasi gizi dan pemantauan kesehatan berbasis digital.