Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa Indonesia akan terus melanjutkan proses impor minyak mentah dari Rusia meskipun situasi geopolitik di Selat Hormuz menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor kunci, antara lain ketersediaan pasokan, harga yang kompetitif, serta kebutuhan stabilitas pasokan energi dalam negeri.
- Ketersediaan pasokan: Rusia masih menjadi salah satu pemasok utama minyak mentah dengan volume yang dapat diprediksi.
- Harga kompetitif: Harga minyak Rusia masih berada di bawah harga pasar spot dunia, memberikan keuntungan ekonomi bagi Indonesia.
- Stabilitas energi: Mengamankan pasokan jangka panjang membantu mengurangi volatilitas harga di dalam negeri.
Meskipun Selat Hormuz — jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia — diperkirakan akan kembali beroperasi secara normal, ESDM menilai bahwa diversifikasi sumber energi tetap menjadi prioritas. Pemerintah berencana untuk tetap menyeimbangkan antara pasokan dari Timur Tengah, Rusia, serta sumber alternatif lainnya.
Selain itu, Indonesia sedang mengevaluasi potensi peningkatan investasi pada sektor hilir minyak dan gas, termasuk pembangunan kilang tambahan serta fasilitas petrokimia, untuk memaksimalkan nilai tambah dari impor minyak mentah.
Dengan kebijakan ini, diharapkan pasokan energi nasional tetap aman, harga bahan bakar dapat dikendalikan, dan industri terkait mendapatkan dukungan yang konsisten.