Setapak Langkah – 17 Juni 2026 | Hari Raya Galungan, yang jatuh pada tanggal tertentu, tidak hanya dirayakan sebagai upacara keagamaan umat Hindu Bali, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat rasa kebersamaan dan melestarikan warisan budaya pulau Dewata.
Pemerintah daerah Bali bersama Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menggelar serangkaian kegiatan yang menonjolkan nilai-nilai tradisional, mulai dari pertunjukan tari Barong, upacara pembersihan pura, hingga bazar makanan khas Bali. Semua acara dirancang untuk mengajak masyarakat luas, baik penduduk lokal maupun wisatawan, berpartisipasi dalam menjaga kelestarian tradisi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Perindo menegaskan pentingnya persatuan antarumat beragama dan antar suku dalam rangka menghadapi tantangan modernisasi. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Galungan sebagai momentum memperkuat identitas kebangsaan tanpa mengesampingkan keunikan budaya daerah.
- Upacara Penebusan Dosa di Pura Besakih
- Pagelaran Tari Kecak yang melibatkan generasi muda
- Pameran kerajinan tangan tradisional Bali
- Bazar kuliner dengan menu khas Galungan seperti lawar, sate lilin, dan jaja bali
Dengan menampilkan kekayaan budaya secara terbuka, diharapkan nilai-nilai toleransi dan rasa saling menghormati dapat tertanam kuat di hati masyarakat. Galungan bukan sekadar perayaan, melainkan peluang strategis bagi pemerintah, partai politik, dan organisasi sosial untuk bersinergi menjaga identitas budaya Indonesia.