Setapak Langkah – 17 Juni 2026 | Kenaikan utang luar negeri (ULN) pemerintah di tengah penurunan aktivitas pembiayaan sektor swasta menjadi sinyal tekanan yang semakin besar terhadap perekonomian nasional.
Data terbaru menunjukkan bahwa total ULN pemerintah pada akhir 2023 mencapai US$ 150 miliar, naik sekitar 12% dibandingkan akhir 2022. Sementara itu, pembiayaan sektor swasta mengalami kontraksi sebesar 8% pada kuartal terakhir, menandakan berkurangnya likuiditas di pasar domestik.
| Tahun | ULN Pemerintah (US$ Miliar) | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| 2022 | 134 | – |
| 2023 | 150 | +12% |
Beberapa faktor yang mendorong peningkatan ULN antara lain:
- Peningkatan belanja modal untuk infrastruktur dan program sosial.
- Kebutuhan pembiayaan defisit fiskal yang semakin lebar.
- Peningkatan suku bunga global yang memaksa pemerintah mengakses pasar internasional.
Di sisi lain, melemahnya sektor swasta disebabkan oleh:
- Penurunan investasi domestik akibat ketidakpastian ekonomi.
- Kenaikan biaya pinjaman bagi perusahaan.
- Kurangnya akses kredit dari perbankan komersial.
Risiko yang muncul bagi fiskal negara meliputi:
- Peningkatan beban pembayaran bunga yang dapat menurunkan ruang fiskal.
- Ketergantungan pada pinjaman luar negeri yang rentan terhadap fluktuasi nilai tukar.
- Potensi penurunan peringkat sovereign rating bila defisit berlanjut.
Pemerintah diharapkan memperkuat kebijakan fiskal dengan meningkatkan efisiensi belanja, memperluas basis pajak, serta mendorong reformasi struktural untuk mengaktifkan kembali sektor swasta.