Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Sejumlah kalangan akademisi, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat sipil menyerukan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menerapkan pendekatan humanis dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta. Demonstrasi tersebut muncul sebagai reaksi terhadap menurunnya daya beli masyarakat dan meningkatnya beban biaya hidup, yang dirasa semakin berat oleh generasi muda.
Tekanan ekonomi yang melanda negara selama beberapa bulan terakhir menimbulkan rasa frustrasi di kalangan mahasiswa. Mereka menuntut kebijakan yang lebih responsif, terutama dalam bidang subsidi, lapangan kerja, dan penurunan harga barang pokok. Sementara itu, pihak kepolisian dihadapkan pada tantangan menjaga ketertiban umum tanpa mengorbankan hak-hak konstitusional para demonstran.
Alasan Pentingnya Pendekatan Humanis
- Melindungi hak kebebasan bersuara: Pendekatan yang menghormati hak konstitusional dapat mencegah eskalasi konflik.
- Mencegah kekerasan dan kerusakan: Sikap yang bersahabat mengurangi potensi bentrokan antara aparat dan warga.
- Menjaga kepercayaan publik: Polri yang bersikap adil dan manusiawi akan memperkuat legitimasi institusi di mata masyarakat.
Beberapa pakar keamanan menekankan bahwa penggunaan kekuatan yang berlebihan tidak hanya melanggar prinsip demokrasi, tetapi juga dapat memperburuk ketegangan sosial, terutama pada masa krisis ekonomi.
Rekomendasi Praktis untuk Polri
- Menyiapkan tim mediasi yang terlatih untuk berkomunikasi langsung dengan pemimpin mahasiswa sebelum aksi dimulai.
- Mengoptimalkan penggunaan perlengkapan non‑lethal, seperti peluncur semprotan air, dan menghindari penggunaan senjata mematikan kecuali dalam situasi yang sangat mendesak.
- Memberikan pengarahan tentang hak asasi manusia kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan.
- Menyediakan ruang dialog terbuka setelah aksi untuk mengevaluasi tindakan dan memperbaiki prosedur di masa mendatang.
Dengan menerapkan langkah‑langkah tersebut, Polri dapat berperan sebagai penjamin keamanan yang menghormati kebebasan, sekaligus membantu meredam dampak negatif dari tekanan ekonomi yang melanda masyarakat.