Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru-baru ini memberikan persetujuan atas pagu indikatif sebesar Rp 27,3 triliun yang diajukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Keputusan ini menandai langkah penting dalam perencanaan keuangan negara, khususnya dalam sektor energi yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional.
Persetujuan tersebut mencerminkan prioritas pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi, mempercepat transisi menuju energi terbarukan, serta meningkatkan kapasitas produksi migas domestik. Berikut ini adalah rincian alokasi anggaran yang diusulkan:
| Program Strategis | Anggaran (Triliun Rp) |
|---|---|
| Peningkatan Infrastruktur Energi | 10,0 |
| Pengembangan Migas Nasional | 8,5 |
| Energi Terbarukan & Iklim | 5,0 |
| Keamanan dan Stabilitas Pasokan | 3,8 |
| Penelitian & Pengembangan | 0,5 |
Beberapa program utama yang akan menjadi fokus antara lain:
- Pengembangan jaringan transmisi listrik guna mengurangi kehilangan energi dan memperluas jangkauan listrik ke daerah terpencil.
- Revitalisasi lapangan migas yang sudah tua serta eksplorasi cadangan baru untuk menjaga kemandirian energi.
- Investasi dalam proyek energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan biomassa, selaras dengan komitmen iklim Indonesia.
- Peningkatan cadangan strategic petroleum reserve (SPRU) untuk mengantisipasi fluktuasi pasar global.
- Penguatan lembaga riset energi untuk mendorong inovasi teknologi lokal.
Komisi XII DPR menilai bahwa alokasi tersebut realistis dan selaras dengan target pertumbuhan ekonomi nasional. Persetujuan pagu indikatif ini akan menjadi acuan bagi Kementerian ESDM dalam menyusun detail anggaran pada tahap berikutnya, yang nantinya akan diajukan ke Dewan Pimpinan DPR untuk disahkan menjadi undang-undang.
Dengan dukungan anggaran yang signifikan, diharapkan sektor energi Indonesia dapat berkontribusi lebih besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi negara dalam pasar energi regional.