Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Direktorat Ekonomi Nasional (DEN) baru‑baru ini menyampaikan temuan survei terkait Program MBG (Meningkatkan Binaan Ganda) kepada Presiden Prabowo Subianto. Survei yang dilakukan terhadap sejumlah SPPG (Sektor Pengembangan Produk Garansi) menunjukkan bahwa mayoritas responden melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok bahan baku.
Data utama mengindikasikan bahwa 86,9 % SPPG yang menjadi objek survei setidaknya memiliki satu UMKM sebagai supplier. Angka ini menandakan peran strategis UMKM dalam rantai pasokan industri nasional.
Rincian Temuan Utama
- 86,9 % SPPG melibatkan UMKM sebagai pemasok bahan baku.
- Jumlah UMKM yang terdaftar sebagai supplier meningkat sebesar 12 % dibandingkan survei tahun sebelumnya.
- Mayoritas sektor yang paling banyak melibatkan UMKM adalah manufaktur ringan, tekstil, dan agroindustri.
Interpretasi Dampak Positif
Partisipasi UMKM dalam rantai pasokan membawa beberapa manfaat, antara lain peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian produksi dalam negeri.
| Indikator | Persentase |
|---|---|
| SPPG yang melibatkan UMKM | 86,9 % |
| Pertumbuhan jumlah UMKM sebagai supplier | 12 % |
| Sektor dengan partisipasi tertinggi | Manufaktur ringan, Tekstil, Agroindustri |
Presiden Prabowo menanggapi hasil survei dengan menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung integrasi UMKM ke dalam proyek‑proyek strategis pemerintah. Ia menyatakan bahwa upaya ini akan memperkuat ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, DEN berencana memperluas cakupan survei ke lebih banyak SPPG dan memperdalam analisis dampak ekonomi jangka panjang. Diharapkan, kebijakan yang dihasilkan dapat menstimulasi pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.