Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menambahkan layanan skrining hepatitis ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan di puskesmas, rumah sakit, dan klinik milik pemerintah di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan menurunkan angka kejadian hepatitis kronis dengan mendeteksi infeksi secara dini tanpa biaya bagi masyarakat.
Program CKG menyediakan paket pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta penambahan tes fungsi hati dan antigen hepatitis B dan C. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis berlisensi, dan hasilnya dapat langsung diketahui di tempat atau dikirimkan secara elektronik ke catatan kesehatan elektronik (CSE) milik pasien.
Cara Mengakses Skrining Hepatitis Gratis
- Datang ke fasilitas kesehatan yang berpartisipasi dalam program CKG.
- Registrasi dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK). Jika sudah terdaftar dalam JKN, cukup tunjukkan kartu BPJS.
- Ikuti alur pemeriksaan standar CKG, lalu beri tahu petugas bahwa Anda ingin menambahkan skrining hepatitis.
- Setelah tes selesai, hasil akan diberikan secara langsung atau dapat diakses melalui aplikasi SiKepi.
Target dan Jadwal Pelaksanaan
| Kelompok Sasaran | Jumlah Target per Bulan |
|---|---|
| Penduduk usia 15‑65 tahun | 1.200.000 orang |
| Kelompok berisiko tinggi (misalnya pengguna narkoba suntik, pekerja seks, dan orang dengan riwayat transfusi darah sebelum 1992) | 250.000 orang |
| Masyarakat di daerah endemis hepatitis | 350.000 orang |
Pelaksanaan dimulai pada Kuartal I 2024 dengan target menutup 2 juta pemeriksaan hepatitis pada akhir tahun 2025. Kemenkes berharap program ini dapat meningkatkan deteksi dini hingga 70 % dari total kasus baru, sekaligus mengurangi beban biaya pengobatan jangka panjang.
Selain manfaat kesehatan, pemerintah menilai program ini berpotensi mengurangi beban ekonomi nasional akibat komplikasi hepatitis, seperti sirosis dan kanker hati, yang memerlukan perawatan intensif dan mahal. Diharapkan pula kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan rutin akan meningkat, mendukung upaya Indonesia mencapai target eliminasi hepatitis B dan C pada 2030.