Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Program Koperasi Desa Maju (KDMP) yang dicanangkan pemerintah sebagai upaya memperkuat ekonomi pedesaan kembali menjadi sorotan setelah Dipo, salah satu pejabat terkait, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan program tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah koperasi yang didirikan.
Berikut beberapa poin penting yang diuraikan Dipo terkait penilaian efektivitas KDMP:
- Pengurangan perantara: Koperasi yang mampu memotong perantara dalam proses penjualan dapat meningkatkan margin petani hingga 15‑20%.
- Penguatan jaringan distribusi: Integrasi dengan pasar digital dan gudang bersama memungkinkan penyaluran produk lebih cepat dan biaya transportasi lebih rendah.
- Keberlanjutan operasional: Koperasi yang memiliki rencana bisnis jangka panjang dan pelatihan anggota cenderung bertahan lebih lama dibandingkan yang hanya berdiri formalitas.
Data awal dari kementerian menunjukkan bahwa dari 2.500 koperasi yang resmi beroperasi sejak peluncuran KDMP pada 2022, hanya sekitar 40% yang berhasil mengimplementasikan model distribusi terintegrasi. Namun, koperasi yang berhasil tersebut melaporkan peningkatan pendapatan rata‑rata anggota sebesar 12% dalam satu tahun pertama.
Para ahli ekonomi menilai bahwa fokus pada efisiensi rantai pasok dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional yang seringkali menimbulkan penurunan harga bagi produsen.
Ke depan, pemerintah berencana memperluas program pelatihan logistik dan digitalisasi bagi koperasi, serta memperkenalkan insentif bagi yang berhasil menurunkan biaya distribusi secara signifikan.