Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Setelah serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap fasilitas strategis di Iran, pemerintah Tehran membalas dengan meluncurkan serangkaian rudal ke wilayah Irak utara. Menurut laporan kantor berita Nour News pada Kamis, rudal tersebut diarahkan ke beberapa sasaran militer Amerika Serikat, termasuk situs radar, sebuah kapal, serta Pangkalan Udara Harir yang dikuasai pasukan AS.
Berikut merupakan sasaran utama yang dilaporkan terkena serangan:
- Situs radar pengawasan yang berfungsi memantau aktivitas udara di kawasan Irak utara.
- Kapal militer yang sedang berlabuh di pelabuhan terdekat, diperkirakan membawa perlengkapan logistik bagi pasukan koalisi.
- Pangkalan Udara Harir, fasilitas strategis yang menjadi markas operasi darat dan udara Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada infrastruktur radar dan menimbulkan kebocoran pada kapal, namun tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa di pihak Amerika Serikat. Pihak militer Irak mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan evaluasi kerusakan dan memperkuat pertahanan di area sekitarnya.
Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan balasan proporsional atas apa yang mereka sebut sebagai “serangan tidak bersahabat” yang dilancarkan oleh Washington. Sementara itu, Pentagon menolak tuduhan Iran dan menegaskan kesiapan pasukannya untuk melindungi aset serta personel di Irak.
Ketegangan ini menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, mengingat kedua negara besar tersebut telah berada dalam ketegangan yang berlangsung selama bertahun‑tahun. Pengamat menilai bahwa serangan balasan Iran dapat memicu respons militer tambahan dari Amerika Serikat, yang pada gilirannya dapat memperluas wilayah konflik ke negara‑negara tetangga.