Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Sekjen Organisasi Maritim Internasional (IMO), pada Selasa 9 Juni 2024, mengeluarkan peringatan penting kepada semua kapal yang berencana melintasi Selat Hormuz. Peringatan tersebut menekankan bahwa kapal tidak boleh menembus selat tanpa adanya jaminan keamanan yang memadai.
Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, merupakan jalur strategis bagi sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan ini mengalami peningkatan ancaman, termasuk serangan oleh kelompok militan dan eskalasi ketegangan antara negara‑negara regional.
IMO menekankan tiga langkah utama bagi operator kapal:
- Menghubungi otoritas keamanan maritim atau angkatan laut setempat untuk memperoleh konfirmasi perlindungan sebelum memasuki selat.
- Memastikan kapal dilengkapi dengan sistem pelacakan AIS yang berfungsi penuh dan melaporkan posisinya secara real‑time kepada pusat pemantauan.
- Mengikuti jalur yang telah ditetapkan oleh otoritas maritim internasional serta siap menyesuaikan rute bila situasi keamanan berubah.
Selain itu, IMO mengingatkan negara‑negara bendera untuk menegakkan standar keselamatan yang ketat, termasuk menyiapkan prosedur evakuasi darurat dan memastikan kru mendapat pelatihan antisipasi serangan.
Jika kapal melanggar peringatan ini dan mengalami insiden, konsekuensi hukum dapat melibatkan klaim asuransi yang ditolak serta tindakan sanksi dari otoritas maritim internasional.
Peringatan ini diharapkan dapat menurunkan risiko kecelakaan dan memastikan kelancaran arus perdagangan minyak serta barang lainnya melalui Selat Hormuz.