Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan pada hari ini melakukan pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, yakni Nanik S. Deyang. Bersamaan dengan itu, Said Iqbal juga akan dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden di bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat koordinasi kebijakan gizi dan ketenagakerjaan menjelang tahun anggaran berikutnya. BGN memiliki peran strategis dalam menyusun standar gizi, mengawasi program gizi nasional, serta menanggapi isu-isu kekurangan gizi di berbagai wilayah Indonesia.
Berikut profil singkat Nanik S. Deyang yang dipilih menjadi Kepala BGN:
- Lulusan S2 Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gadjah Mada.
- Pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang gizi klinis dan kebijakan publik.
- Peran penting dalam penyusunan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Gizi Buruk (RAN-PGB) pada periode 2020-2024.
- Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Program Gizi di Kementerian Kesehatan.
Said Iqbal, yang akan menjadi Penasihat Khusus Presiden, dikenal memiliki latar belakang luas dalam bidang hubungan industrial serta pengembangan sumber daya manusia. Ia diharapkan dapat membantu merumuskan kebijakan yang mendukung peningkatan kesejahteraan buruh, mengurangi kesenjangan upah, dan memperkuat perlindungan tenaga kerja informal.
Jadwal pelantikan direncanakan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, dengan estimasi selesai pada sore hari. Beberapa pejabat kementerian terkait, perwakilan LSM, serta media massa diundang untuk menyaksikan prosesi tersebut.
Pengamat politik menilai bahwa pengangkatan Nanik S. Deyang dan Said Iqbal mencerminkan sinyal kuat pemerintah untuk mempercepat program reformasi gizi dan ketenagakerjaan. Kedua pejabat tersebut diharapkan dapat berkolaborasi dengan kementerian terkait demi meningkatkan indikator gizi anak dan mengurangi angka kemiskinan kerja.