Setapak Langkah – 07 Juni 2026 | Pemerintah Kota Banjarmasin menerima bantuan operasional dan teknis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengatasi krisis sampah yang muncul menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Bantuan ini mencakup penyediaan kendaraan pengangkut sampah, peralatan pemrosesan sementara, serta tenaga ahli bidang pengelolaan limbah.
Masalah sampah di Banjarmasin mulai memuncak pada akhir 2025 ketika volume limbah rumah tangga dan komersial meningkat drastis akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Pemerintah kota mengakui keterbatasan infrastruktur pengolahan yang ada, sehingga mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah provinsi.
Berikut rincian dukungan yang diberikan Pemprov Kalsel:
- 10 unit truk sampah berkapasitas tinggi untuk mempercepat pengangkutan dari titik-titik kritis.
- 3 unit mesin pengomposan portable yang dapat dipindahkan ke lokasi dengan kebutuhan mendesak.
- Tim ahli lingkungan yang akan melaksanakan audit cepat pada sistem pengelolaan sampah kota.
- Pelatihan intensif selama dua minggu bagi petugas kebersihan kota tentang teknik pemilahan dan pemrosesan sampah organik.
Walikota Banjarmasin, H. Andi Setiawan, menyatakan apresiasi atas respons cepat Pemprov Kalsel. “Dukungan ini sangat penting untuk memastikan bahwa Banjarmasin tidak hanya mengatasi keadaan darurat, tetapi juga dapat memperkuat fondasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya dalam konferensi pers pada 5 Juni 2026.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, R. H. Sutrisno, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. “Masalah sampah adalah tantangan bersama. Kami berkomitmen mendukung kota-kota di provinsi ini agar dapat menjadi contoh dalam pengelolaan limbah yang ramah lingkungan,” kata Gubernur.
Langkah-langkah yang direncanakan meliputi:
- Penataan titik penampungan sementara di area padat penduduk.
- Penerapan program edukasi masyarakat melalui kampanye media sosial dan penyuluhan langsung.
- Pengembangan kebijakan insentif bagi usaha daur ulang lokal.
Dengan dukungan ini, diharapkan Banjarmasin dapat menurunkan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sebesar 30% dalam tiga bulan pertama, serta meningkatkan tingkat daur ulang menjadi 20% sebelum akhir tahun 2026.