Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Islah Bahrawi, aktivis hak asasi manusia dan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), mengumumkan rencananya untuk melaporkan dugaan penguntitan yang diyakini dilakukan oleh unsur TNI. Pengaduan ini akan disusun bersama kelompok masyarakat sipil yang berfokus pada pengawasan tindakan militer.
Langkah-langkah yang akan diambil meliputi:
- Pengumpulan bukti secara sistematis oleh tim investigasi independen.
- Penyusunan laporan resmi yang mencakup kronologi, identitas pelaku, dan dampak yang ditimbulkan.
- Pengajuan laporan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan lembaga pengawas militer.
- Koordinasi dengan media untuk memastikan publikasi yang transparan.
Islah juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat sipil dalam menegakkan akuntabilitas aparat keamanan. Ia berharap laporan tersebut dapat memicu proses hukum yang adil dan mencegah terulangnya praktik penguntitan di masa mendatang.
Pengungkapan ini menambah ketegangan antara kelompok hak asasi manusia dan institusi militer, terutama mengingat beberapa insiden serupa yang pernah muncul dalam beberapa tahun terakhir. Pengamat politik memperkirakan bahwa kasus ini dapat menjadi ujian bagi pemerintah dalam menanggapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia oleh aparat keamanan.