Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Jalanan Jakarta menyambut peluncuran inisiatif GIFT (Green Investment Facilitation and Tracking) yang diprakarsai oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Global Green Growth Institute (GGGI). Acara resmi yang digelar pada hari Senin ini menandai tahap keempat dari rangkaian kerja sama strategis antara kedua lembaga, dengan fokus utama mempercepat aliran dana hijau ke dalam perekonomian Indonesia.
GIFT dirancang sebagai platform terpadu yang menggabungkan tiga fungsi utama:
- Fasilitasi: Menyederhanakan proses perizinan dan penyusunan dokumen bagi investor yang ingin menyalurkan dana ke sektor hijau.
- Pelacakan: Memantau penggunaan dana secara real‑time melalui sistem digital berbasis data terbuka, sehingga transparansi dapat terjaga.
- Evaluasi: Menilai dampak lingkungan dan ekonomi dari setiap proyek, serta memberikan rekomendasi perbaikan berkelanjutan.
Berikut rangkaian langkah strategis yang akan diimplementasikan Bappenas melalui GIFT:
- Pemetaan potensi investasi hijau di seluruh provinsi, dengan prioritas pada energi surya, angin, dan bioenergi.
- Penyusunan paket kebijakan insentif, termasuk keringanan pajak dan jaminan risiko bagi investor asing dan domestik.
- Pembangunan portal digital yang terintegrasi dengan sistem perbankan dan lembaga keuangan untuk memfasilitasi aliran dana.
- Pelatihan kapasitas bagi pejabat daerah dan pelaku usaha mengenai standar ESG (Environmental, Social, and Governance).
- Monitoring dan pelaporan berkala kepada Kementerian Keuangan serta lembaga multilateral seperti World Bank dan Asian Development Bank.
Target US$2 miliar ini tidak hanya diharapkan meningkatkan kontribusi energi terbarukan menjadi sekitar 23% dari total bauran energi nasional pada 2030, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor hijau serta menurunkan intensitas karbon nasional sebesar 15%.
Pengamat ekonomi menilai bahwa keberhasilan GIFT akan sangat bergantung pada koordinasi lintas sektoral, kejelasan regulasi, serta kesiapan pasar modal domestik untuk mengeluarkan green bonds. Namun, dengan dukungan kuat dari pemerintah, lembaga keuangan, dan komunitas internasional, prospek pencapaian target investasi hijau tampak realistis.