Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Seorang jemaah haji berusia 65 tahun asal Tuban, Jawa Timur, bernama Karmijah, menekankan bahwa menjaga keaktifan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan langkah krusial agar perjalanan ibadah haji berjalan lancar dan tanpa khawatir akan masalah kesehatan.
Alasan Utama Memastikan JKN Aktif
Karmijah menjelaskan bahwa selama perjalanan haji, jemaah dapat menghadapi kondisi cuaca ekstrem, kelelahan, serta potensi penyakit menular. Dengan JKN yang masih aktif, peserta haji dapat mengakses layanan medis di rumah sakit rujukan di Arab Saudi serta di tanah air bila diperlukan, tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Langkah-Langkah Praktis Memeriksa dan Memperpanjang JKN
- Masuk ke aplikasi BPJS Kesehatan atau situs resmi BPJS.
- Periksa status keanggotaan dan tanggal masa berlaku.
- Jika masa berlaku akan berakhir dalam 30 hari ke depan, lakukan perpanjangan secara online atau melalui kantor BPJS terdekat.
- Pastikan data pribadi, alamat, dan nomor rekening bank sudah terupdate.
- Unduh kartu digital JKN sebagai bukti keanggotaan selama di Tanah Suci.
Checklist Persiapan Haji yang Memasukkan JKN
| Item Persiapan | Status |
|---|---|
| Paspor dan visa haji | Sudah selesai |
| Vaksin wajib (Meningitis, Influenza) | Terjadwalkan |
| Keaktifan JKN | Masih aktif / perpanjangan diperlukan |
| Asuransi perjalanan tambahan | Dipertimbangkan |
Karmijah menambahkan bahwa selain JKN, jemaah sebaiknya menyiapkan asuransi tambahan yang meliputi evakuasi medis dan repatriasi. Dengan kombinasi keduanya, risiko kesehatan dapat diminimalisir sehingga fokus utama tetap pada ibadah.
Pengalaman Karmijah diharapkan menjadi contoh bagi jemaah lain, terutama dari wilayah Jawa Timur, untuk tidak mengabaikan aspek kesehatan dalam persiapan haji. Menjaga keaktifan JKN bukan hanya urusan administratif, melainkan bagian penting dari keseluruhan strategi perjalanan haji yang aman dan tenang.