Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Dalam sebuah acara yang diadakan pada… dua Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. … dan Prof. Dr. …, memaparkan kontribusi Sekolah Pascasarjana Pendidikan Guru (SPPG) Unhas terhadap peningkatan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Makassar.
SPPG Unhas berperan sebagai pusat penelitian dan pelatihan yang mengintegrasikan ilmu gizi, pedagogi, dan manajemen pendidikan. Beberapa langkah strategis yang dijabarkan meliputi:
- Penyusunan standar gizi berbasis hasil riset lokal dan rekomendasi internasional.
- Pelatihan guru dan tenaga kependidikan mengenai penyimpanan, pengolahan, dan penyajian makanan yang aman.
- Pengembangan modul evaluasi dampak MBG terhadap status gizi dan prestasi belajar siswa.
- Kolaborasi dengan dinas kesehatan dan dinas pendidikan untuk sinkronisasi data dan kebijakan.
- Monitoring dan audit berkala menggunakan aplikasi digital yang dikembangkan oleh tim SPPG.
Berikut rangkuman peran SPPG Unhas dalam bentuk tabel:
| Bidang | Aktivitas | Hasil yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Penelitian | Studi kebutuhan gizi anak SD di Makassar | Standar MBG yang relevan |
| Pelatihan | Workshop bagi guru dan pengelola kantin | Peningkatan kompetensi penyajian makanan |
| Evaluasi | Survei kesehatan dan prestasi belajar | Data bukti dampak MBG |
| Kolaborasi | Sinergi dengan Dinas Kesehatan & Pendidikan | Implementasi kebijakan terpadu |
| Teknologi | Pengembangan aplikasi monitoring | Transparansi dan akuntabilitas |
Guru Besar menekankan bahwa peran akademik tidak hanya terbatas pada penelitian, melainkan juga pada transfer pengetahuan kepada praktisi lapangan. Dengan dukungan SPPG Unhas, diharapkan kualitas MBG dapat terjaga, sehingga manfaat gizi yang diterima anak-anak sekolah dapat berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar dan kesehatan jangka panjang.
Ke depan, SPPG Unhas berencana memperluas jangkauan program ke daerah‑daerah terpencil serta mengintegrasikan elemen pendidikan gizi dalam kurikulum guru, menjadikan MBG tidak sekadar program bantuan, melainkan bagian integral dari sistem pendidikan nasional.