Setapak Langkah – 05 Juni 2026 | Untuk mengatasi masalah sinyal seluler yang belum terjangkau di beberapa desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKU memulai pembangunan mini Base Transceiver Station (BTS) pada awal tahun 2024. Proyek ini menargetkan desa‑desa yang sebelumnya menjadi zona kosong (blank spot) sehingga penduduk tidak dapat mengakses layanan telepon dan internet.
Mini BTS merupakan versi lebih kecil dan biaya yang lebih efisien dibandingkan menara BTS konvensional. Unit ini dapat dipasang pada tiang listrik atau struktur yang ada, dengan kapasitas melayani hingga 200 pengguna sekaligus. Pemasangannya diperkirakan selesai dalam tiga bulan, tergantung kondisi geografis dan cuaca.
- Lokasi pertama: Desa Kertapati, yang selama ini tidak memiliki sinyal sama sekali.
- Biaya proyek: Diperkirakan Rp 1,2 miliar, termasuk pembelian peralatan, instalasi, dan pelatihan teknisi lokal.
- Manfaat: Mempermudah akses pendidikan daring, layanan kesehatan telemedicine, serta memperlancar komunikasi warga dengan pasar luar.
Kepala Diskominfo OKU, Ir. Hadi Susanto, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas digital di wilayah pedesaan. “Dengan mini BTS, kami dapat menutup kesenjangan digital secara lebih cepat dan hemat biaya,” ujarnya.
Selain itu, Diskominfo berkoordinasi dengan operator seluler nasional untuk memastikan integrasi jaringan yang mulus. Teknisi lokal juga dilatih untuk melakukan pemeliharaan rutin, sehingga keberlanjutan layanan dapat terjaga tanpa ketergantungan pada pihak luar.
Proyek mini BTS di OKU diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lain di Sumatera Selatan yang memiliki tantangan serupa. Jika berhasil, rencana ekspansi ke lima desa tambahan dalam setahun akan diajukan kepada pemerintah provinsi.