Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | Kementerian Keuangan Republik Rakyat China mengumumkan bahwa pada tahun 2026 pemerintah pusat akan menyalurkan dana sebesar 99,9 miliar yuan untuk program subsidi perawatan anak. Dengan kurs saat ini (1 yuan = Rp2.648), nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 264,5 triliun.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah China untuk mengatasi penurunan tingkat kelahiran dan meningkatkan partisipasi tenaga kerja wanita. Dana subsidi diharapkan dapat menurunkan beban biaya penitipan anak, sehingga lebih banyak keluarga dapat mempertahankan atau menambah anggota rumah tangga.
Berikut adalah rincian alokasi dana yang direncanakan:
| Kategori | Alokasi (miliar yuan) |
|---|---|
| Subsidi langsung kepada keluarga berpenghasilan rendah | 45,0 |
| Dukungan kepada penyedia layanan penitipan anak (swasta & publik) | 30,0 |
| Pengembangan infrastruktur fasilitas perawatan anak | 15,0 |
| Program pelatihan tenaga kerja di sektor perawatan anak | 5,0 |
| Cadangan untuk penyesuaian kebijakan | 4,9 |
Beberapa poin penting yang menjadi fokus kebijakan ini antara lain:
- Mengurangi biaya penitipan anak rata-rata sebesar 20‑30%.
- Mendorong pertumbuhan sektor layanan anak sejak 2026 hingga 2030.
- Menambah jumlah tempat penitipan anak resmi sebesar 5 juta unit dalam lima tahun ke depan.
- Memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang menyediakan fasilitas perawatan anak bagi karyawannya.
Para pengamat ekonomi memperkirakan bahwa kebijakan ini dapat menstimulasi konsumsi rumah tangga dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, yang pada gilirannya berpotensi menambah PDB tahunan China sebesar 0,3‑0,5 persen.
Implementasi program akan dikelola oleh Kementerian Keuangan bersama Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan, dengan pemantauan tahunan untuk menilai efektivitas penggunaan dana.