Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) yang bertugas di Lebanon melaporkan kembali adanya korban tewas pada Kamis pagi. Seorang penjaga perdamaian kehilangan nyawanya setelah terluka parah ketika mortir menimpa posisinya di area yang sebelumnya menjadi lokasi kematian seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang juga menjadi bagian dari misi UNIFIL.
Insiden ini menambah daftar korban tewas dalam operasi penjagaan perdamaian di Lebanon, khususnya di wilayah selatan yang masih dipengaruhi oleh ketegangan antara kelompok bersenjata lokal dan militer Israel. Sebelumnya, pada tanggal 27 Maret 2024, seorang prajurit TNI yang ditempatkan dalam misi UNIFIL juga menjadi korban tembakan di area yang sama, meningkatkan kekhawatiran akan keamanan personel multinasional di zona konflik.
Pejabat PBB menegaskan kembali pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian dan menyerukan semua pihak untuk menghormati zona aman. Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum serta menuntut penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
Berikut rangkuman kronologis kejadian:
- 07.30 WIB: Mortir meledak di dekat pos UNIFIL yang menempati lokasi sebelumnya menjadi tempat kematian prajurit TNI.
- Segera setelah ledakan, tim medis UNIFIL melakukan pertolongan pertama.
- Korban dievakuasi ke rumah sakit militer terdekat, namun dinyatakan meninggal dunia.
- Pihak UNIFIL mengeluarkan pernyataan resmi dan memulai penyelidikan internal.
Para analis keamanan menilai bahwa peningkatan frekuensi serangan mortir di wilayah selatan Lebanon mencerminkan eskalasi konflik antara milisi Hezbollah dan pasukan Israel, yang secara tidak langsung menambah risiko bagi pasukan internasional yang berada di kawasan tersebut.
Ke depan, UNIFIL berjanji akan meningkatkan prosedur keamanan dan koordinasi dengan otoritas Lebanon serta negara kontributor untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Pemerintah Indonesia juga diharapkan terus memantau situasi demi keselamatan prajuritnya yang bertugas di luar negeri.