Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada hari Selasa menekankan pentingnya pencabutan pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh sejumlah negara terhadap wilayah yang terdampak virus Ebola. Ia menyatakan bahwa pembatasan tersebut tidak sejalan dengan pedoman Internasional Health Regulations (IHR) dan dapat menghambat upaya penanggulangan epidemi.
Wabah Ebola yang kembali muncul di Republik Demokratik Kongo (RDK) sejak akhir 2023 telah menewaskan lebih dari 300 orang dan menginfeksi ratusan lainnya. Penyebaran virus yang cepat menimbulkan kepanikan, sehingga beberapa negara di luar kawasan Afrika Barat memberlakukan larangan masuk, penangguhan visa, serta penutupan jalur penerbangan bagi warga atau bantuan yang berasal dari daerah terdampak.
Pembatasan semacam itu dinilai tidak efektif karena tidak menghentikan penularan virus, melainkan memperlambat aliran bantuan medis, tenaga kesehatan, serta distribusi vaksin dan peralatan diagnostik. WHO menegaskan bahwa penanggulangan Ebola lebih berhasil bila dilakukan melalui kolaborasi internasional, pemantauan ketat di titik masuk, dan penguatan sistem kesehatan lokal.
Rekomendasi WHO
- Menghapus semua pembatasan perjalanan yang tidak berdasar secara ilmiah.
- Menerapkan skrining kesehatan yang ketat di bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat.
- Memberikan akses penuh bagi tim medis, pasokan vaksin, dan peralatan kesehatan ke wilayah terdampak.
- Menguatkan kapasitas laboratorium dan fasilitas perawatan di negara-negara yang terkena dampak.
- Menjaga transparansi data kasus dan koordinasi lintas negara melalui mekanisme IHR.
Jika pembatasan perjalanan dicabut, diharapkan alur bantuan kemanusiaan dapat kembali lancar, mempercepat penanganan kasus, serta mengurangi beban ekonomi yang ditimbulkan oleh isolasi. Selain itu, pencabutan kebijakan tersebut dapat menurunkan stigma terhadap komunitas yang terpapar virus, sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan.
WHO menutup pernyataannya dengan ajakan kepada semua pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan yang ada, mengacu pada bukti ilmiah, dan berkoordinasi erat dengan otoritas kesehatan nasional serta lembaga internasional. Pengawasan situasi Ebola akan terus dilakukan, dan WHO siap memberikan dukungan teknis serta sumber daya yang diperlukan.