Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | Kabinet Jepang pada Rabu menandatangani rancangan anggaran tambahan senilai 3,11 triliun yen (sekitar 19,5 miliar dolar AS). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan biaya energi yang menekan rumah tangga dan sektor industri di negara tersebut.
Anggaran tambahan ini akan dialokasikan untuk beberapa program utama, antara lain:
- Subsidi listrik bagi rumah tangga berpenghasilan rendah untuk menurunkan tagihan bulanan.
- Bantuan energi bagi perusahaan manufaktur yang menghadapi peningkatan biaya produksi.
- Peningkatan investasi dalam energi terbarukan serta modernisasi infrastruktur jaringan listrik.
- Dukungan keuangan bagi wilayah yang paling terdampak oleh kenaikan tarif gas dan minyak.
Pemerintah menargetkan bahwa kebijakan ini dapat meredam inflasi energi dan menjaga kestabilan ekonomi domestik selama periode penyesuaian harga global. Selain itu, dana tersebut diharapkan mempercepat transisi Jepang ke sumber energi yang lebih bersih, sejalan dengan komitmen negara tersebut untuk mengurangi emisi karbon.
Rencana anggaran tambahan ini masih harus melalui proses persetujuan final di parlemen, namun diperkirakan akan diimplementasikan dalam kuartal berikutnya.