Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | Indonesia dan Madagaskar menandatangani kesepakatan untuk membentuk Komisi Gabungan Kerja Sama Bilateral (KGKSB) dalam sebuah pertemuan resmi yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Luar Negeri Madagaskar pada tanggal yang belum diumumkan secara publik.
Kesepakatan ini bertujuan mengakselerasi kerja sama di sejumlah bidang strategis, antara lain:
- Perdagangan barang dan jasa
- Investasi lintas sektor
- Pengembangan sumber daya perikanan
- Pendidikan dan pertukaran kebudayaan
- Pariwisata dan ekowisata
- Teknologi informasi serta inovasi
Komisi tersebut akan beroperasi dengan struktur dua tingkat: tingkat tinggi yang dipimpin oleh menteri terkait masing‑masing negara, dan tingkat teknis yang melibatkan pejabat senior kementerian. Pertemuan pertama dijadwalkan akan dilaksanakan pada kuartal pertama tahun 2025, dengan agenda penetapan rencana aksi tahunan.
Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Indonesia menyatakan, “Kami berharap Komisi Gabungan ini dapat memperkuat hubungan strategis antara kedua negara serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha di Indonesia dan Madagaskar.” Sementara itu, Menteri Luar Negeri Madagaskar menegaskan komitmen negaranya untuk berkolaborasi secara intensif, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Pembentukan KGKSB diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan volume perdagangan bilateral yang saat ini masih berada pada tingkat menengah. Menurut data Kementerian Perdagangan, nilai pertukaran barang antara Indonesia dan Madagaskar pada tahun 2023 mencapai US$45 juta, dengan prospek pertumbuhan tahunan diproyeksikan mencapai 10 % setelah implementasi komisi.
Langkah ini menandai fase baru dalam hubungan diplomatik Indonesia‑Madagaskar, sejalan dengan strategi Indonesia untuk memperkuat kemitraan dengan negara‑negara di kawasan Afrika serta meningkatkan peran Indonesia di panggung internasional.