Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa upaya pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Papua Tengah menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Menurutnya, infrastruktur irigasi yang memadai dapat memperluas lahan tanam, menurunkan ketergantungan pada curah hujan, dan meningkatkan hasil panen petani.
Dalam kunjungan ke beberapa desa di wilayah tersebut, Wamen PU menyoroti beberapa proyek prioritas, antara lain:
- Pembangunan saluran utama sepanjang 50 kilometer yang menghubungkan sumber air dengan lahan pertanian utama.
- Rehabilitasi bendungan kecil yang sempat rusak akibat cuaca ekstrem, sehingga dapat menstabilkan pasokan air selama musim kemarau.
- Pemasangan pompa air tenaga surya di daerah terpencil untuk menjamin kontinuitas aliran air tanpa bergantung pada listrik konvensional.
Data dari Dinas Pertanian Papua Tengah menunjukkan bahwa sejak dimulainya program irigasi pada awal tahun 2023, luas lahan yang teririgasi telah meningkat sebesar 30 persen, sementara produktivitas padi naik rata-rata 1,2 ton per hektar dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di daerah pedesaan dan meningkatkan ketahanan pangan regional.
Pemerintah juga menyiapkan paket pendampingan bagi petani, termasuk pelatihan teknik pertanian modern, distribusi bibit unggul, serta akses pembiayaan mikro melalui lembaga keuangan daerah. Kombinasi antara infrastruktur irigasi yang handal dan dukungan teknis diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian di Papua Tengah.