Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Mantan Direktur CIA David Petraeus mengingatkan bahwa penggunaan pesawat tanpa awak atau drone dalam konflik militer akan menimbulkan tantangan paling signifikan serta membuka peluang struktural selama dekade mendatang. Ia mencontohkan dinamika perang di Iran dan Ukraina sebagai bukti percepatan evolusi taktik militer modern.
Berikut lima alasan utama yang disampaikan Petraeus:
- Skala serangan yang lebih luas – Drone dapat meluncurkan serangan secara simultan di wilayah yang luas tanpa menempatkan pilot dalam bahaya.
- Biaya operasional rendah – Dibandingkan dengan pesawat berawak, drone membutuhkan investasi dan pemeliharaan yang lebih kecil, sehingga memungkinkan peningkatan frekuensi operasi.
- Pengumpulan intelijen real‑time – Sensor canggih pada drone memberikan data visual dan sinyal secara langsung, mempercepat proses pengambilan keputusan.
- Risiko eskalasi konflik – Karena tidak melibatkan personel, penggunaan drone dapat menurunkan ambang batas penggunaan kekuatan, yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
- Transformasi struktur pertahanan – Negara‑negara dipaksa menyesuaikan kebijakan, doktrin, dan industri pertahanan untuk mengintegrasikan sistem tak berawak secara menyeluruh.
Petraeus menekankan bahwa meskipun drone menawarkan keunggulan taktis, pemerintah dan pembuat kebijakan harus menyiapkan regulasi yang meminimalkan bahaya serta memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi dan inovasi teknologi yang muncul.