Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Istana Kepresidenan menegaskan alasan di balik keputusan Presiden untuk memberhentikan beberapa pejabat tinggi di Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil setelah serangkaian temuan terkait kedisiplinan, integritas, serta penilaian menyeluruh atas tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Jakarta.
Berikut poin‑poin utama yang menjadi pertimbangan:
- Kedisiplinan internal: Beberapa pimpinan BGN terbukti melanggar prosedur kehadiran, tidak menuruti perintah atasan, serta menunda pelaporan hasil evaluasi program.
- Pengelolaan anggaran: Audit independen menemukan adanya penyimpangan dalam penggunaan dana MBG, termasuk alokasi yang tidak transparan dan kurangnya dokumentasi resmi.
- Efektivitas program: Evaluasi lapangan menunjukkan bahwa capaian gizi target belum tercapai di sejumlah wilayah, disertai laporan kurangnya koordinasi antar dinas terkait.
- Etika dan integritas: Terdapat dugaan konflik kepentingan antara pejabat BGN dengan pihak swasta yang terlibat dalam distribusi makanan, yang menimbulkan pertanyaan tentang netralitas kebijakan.
Istana menambahkan bahwa keputusan ini bukan sekadar tindakan represif, melainkan bagian dari upaya reformasi struktural untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi BGN. Selanjutnya, akan dibentuk tim audit khusus yang bertugas meninjau kembali semua kontrak dan prosedur operasional, serta menyiapkan rekomendasi perbaikan.
Presiden menekankan pentingnya keberlanjutan program MBG yang berfokus pada peningkatan gizi anak-anak dan warga berpendapatan rendah. “Kami tidak akan mentolerir penyimpangan yang dapat menghambat pencapaian tujuan nasional dalam bidang gizi,” ujar Presiden dalam pernyataan resmi.
Untuk mengembalikan kepercayaan publik, BGN dijadwalkan melakukan sosialisasi ulang tentang standar operasional prosedur (SOP) dan melibatkan lembaga pengawas independen dalam setiap tahap pelaksanaan program. Diharapkan langkah ini dapat memperkuat mekanisme pengawasan serta menjamin bahwa bantuan gizi sampai tepat sasaran.