Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Senja mulai menuruni Asrama Haji Embarkasi Aceh di Banda Aceh pada 18 Mei 2026, menandai suasana tenang meski wilayah Aceh Tamiang baru-baru ini dilanda banjir bandang akibat curah hujan ekstrem.
Ribuan warga Aceh Tamiang yang tengah mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah Haji ke Baitullah tidak membiarkan air meluluhlantakkan harapan mereka. Di kamar Gedung Madinatul, para calon jamaah tetap melaksanakan kegiatan rutin seperti mengaji, membaca doa, dan pelatihan fisik meski lantai asrama basah.
Pemerintah Provinsi Aceh bersama Badan Penyelenggara Haji (BPH) mengirim bantuan logistik berupa tenda, matras anti‑air, serta paket makanan untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan.
- Penguatan fasilitas asrama dengan penambahan pompa air.
- Penyediaan jalur evakuasi darurat bagi jamaah yang terdampak.
- Pengiriman transportasi darat khusus ke Pelabuhan Lampulo untuk menunggu kapal menuju Tanah Suci.
Data resmi menunjukkan bahwa sebanyak 1.250 jamaah dari Aceh Tamiang tetap terdaftar dalam daftar keberangkatan meski 45% wilayah mereka terkena banjir dengan kedalaman rata‑rata 1,2 meter.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Jamaah terdaftar | 1.250 |
| Kota terdampak banjir | 12 |
| Kedalaman rata‑rata (meter) | 1,2 |
Semangat yang terpancar dari para calon jamaah menegaskan bahwa cobaan alam tidak mampu memadamkan niat suci untuk menapaki jejak para nabi. Dengan dukungan penuh dari aparat dan masyarakat, mereka yakin akan menyeberangi lautan menuju Baitullah tepat waktu.