Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | Reydi Octa, seorang analis pasar modal, menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki ruang untuk menguat dalam beberapa minggu ke depan. Menurutnya, faktor-faktor makroekonomi dan teknikal yang sedang berkembang memberikan dukungan positif bagi pergerakan indeks.
Faktor Fundamentald
- Data inflasi yang stabil: Indeks harga konsumen (IHK) menunjukkan tekanan inflasi yang terkendali, sehingga kebijakan moneter tetap kondusif bagi pasar.
- Peningkatan ekspor: Nilai ekspor Indonesia mencatat pertumbuhan yang signifikan, memperkuat neraca perdagangan dan menambah sentimen bullish.
- Fundamentals korporasi: Laporan keuangan kuartal pertama beberapa perusahaan blue-chip menunjukkan profitabilitas yang kuat, memberi dorongan pada saham-saham unggulan.
Faktor Teknikal
- IHSG masih berada di atas rata‑rata bergerak 20 hari, menandakan tren naik yang berkelanjutan.
- Level support kunci di angka 7.500 poin masih terjaga, sementara resistance pertama di sekitar 7.800 poin memberikan peluang breakout.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meskipun prospek positif, Reydi mengingatkan adanya risiko eksternal seperti gejolak kebijakan suku bunga global dan fluktuasi nilai tukar yang dapat menurunkan sentimen investor. Selain itu, data ekonomi domestik yang lebih lemah dari perkiraan juga dapat memicu koreksi singkat.
Secara keseluruhan, analis menilai bahwa IHSG berada pada posisi yang menguntungkan untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, asalkan faktor risiko tidak memicu guncangan signifikan.